SEJARAH DAN FILOSOFI TUMPENG

SEJARAH DAN FILOSOFI TUMPENG

 Hallo Sobat MotoMideo Tulungagung !

Tumpeng atau nasi tumpeng merupakan hidangan khas Indonesia. Hidangan ini menajdi hidangan wajib saat ada acara hari spesial, khususnya di Jawa. 



Ternyata kata tumpeng merupakan singkatan dari "yen metu kudu sing mempeng". Kalimat tersebut memiliki arti jika keluar harus sungguh-sungguh. Tumpeng dilengkapi dengan pitu atau tujuh lauk. Kata pitu memiliki arti pitulungan atau pertolongan.

Tumpeng merupakan gambaran geografis Indonesia yang terdapat banyak pegunungan.  Saat penyebaran agama Hindu di Pulai Jawa, tumpeng dibentuk mengerucut menyeruapai gunung Mahameru yang dianggap suci. Konon gunung tersebutu merupakan tempat tinggal para dewi-dewi.

Hingga ketika agama Islam masuk ke Pulau Jawa, arti tumpeng berubah. Yang awalnya untuk memuliakan gunung, makna tumpeng berubah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Biasanya tumpeng akan disajikan setelah selesai pengajian pembacaan Al-Qur'an.

Tumpeng bukan sekedar hidangan yang nikmat, namun tumpeng memiliki nilai filosofi  yang mendalam. Secara umum tumpeng merupakan wujud dari nilai toleraansi, keikhlasan, dan kekaguman atas Tuhan Yang Maha Esa.

Bentuk tumpeng yang mengerucut dan dikelilingi lauk pauk merupakan gambaran ekosistem kehidupan. Bentuk nasi yang mengurucut menggambarkan keagungan Tuhan Yanga Maha Esa. Sedangkan lauk disekeliling nasi merupakan simbol isi alam.

Warna nasi kuning dan putih memiliki makna yang berbeda. Warna putih melambangkan kesucian dan warna kuning melambangkan kekayaan dan moral yang luhur. Lauk pauk seperti ikan asin menggambarkan kebiasaan gotong royong, telur rebur menggambarkan tekad yang bulat, dan daging ayam mejadi simbol patuh terhadap Sang Pencipta.

Terus ikuti Chanel Youtube MotoMideo Tulungagung untuk mendapatkan Info Tulungagung Mening lainnya. Bersama MotoMideo Tulungagung Melihat Tulungagung Lebih Dekat.

0 Komentar