UPACARA ULUR-ULUR SEBAGAI WUJUD RASA SYUKUR

UPACARA ULUR-ULUR SEBAGAI WUJUD RASA SYUKUR

 Hallo Sobat MotoMideo Tulungagung !

Banyak cara untuk menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Salah satunya yaitu dengan melakukan berbagai upacara adat yang telah ada sejak zaman nenek moyang.

Di Tulungagung tepatnya di wilayah Telaga Buret ada suatu upaca adat yang masih rutin dilakukan, yaitu Upacara Ulur-ulur. Upacara adat ini dilaksanakan oleh masyarakat Desa Sawo, Desa Ngentrong,  Desa Gedangan, dan Desa Gamping. 



Upacara Ulur-Ulur ini rutin dilakukan setiap tahun tepatnya di Bulan Selo dalam penanggalan Jawa, pada hari Jumat legi. Upacara ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan berupa sumber mata air Telaga Buret yang sepanjang tahun telah mengairi 4 desa tersebut. Sumber mata air ini digunakan masyarakat untuk mengairi sawah, sumber air baku, dan memenuhi kebutuhan yang lainnya.

Tradisi ini diawali dengan kirab aneka sesaji menuju Telaga Buret. Kemudian dilanjutkan dengan jamasan sepasang patung JokoSedono dan Dewi Sri. Sepasang patung ini merupakan perlambangan BungaWastra atau sandang pangan. Jamasan tersebut dilakukan oleh dua wanita sesepuh desa yang mendapat mandat dari kasepuhan. Selanjutnya upacara dilanjutkan dengan tabur bunga di kawasan telaga oleh dayang-dayang dan tokoh adat.


Masih banyak lagi upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, mungkin Sobat MotoMideo yang tahu bisa tulis di kolom komentar ya.

Semoga artikel ini bisa membantu Sobat MootoMideo untuk lebih mengenal Tulungagung. Ikuti terus Chanel Youtube MotoMideo Tulungagung, karena Bersama MotoMideo Tulungagung Melihat Tulungagung Lebih Dekat.

0 Komentar