KUE APEM SEBAGAI SIMBOL "PERMOHONAN MAAF"

KUE APEM SEBAGAI SIMBOL "PERMOHONAN MAAF"

 Hallo Sobat MotoMideo Tulungagung !

Kue Apem atau Apam merukan kue yang cukup terkenal, terlebih di daerah Jawa. Selain dengan cara dipanggang, kue Apem juga ada yang diolah dengan cara di kukus. Kue berbahan dasar tepung beras dan santan ini selain rasanya yang nikmat juga memiliki nilai historis yang menarik. 


Menurut sejarahnya dulu, kue Apem ini bermula dari Ki Ageng Gribig selaku keturuan Brawijaya yang kembali dari perjalanannya dari tanah suci dengan membawa kue Apem.  Karena melihat penduduk Jatianom, Klaten mengalami kelarapan yang sangat parah, Ki Ageng Gribig membuat kue Apem dan membagikannya kepada seluruh penduduk desa. 

Peristiwa tersebut hingga kini menjadi tradisi dan budaya yang dilestarikan oleh masyarakat. Maka dari itu kue Apem menjdai kue wajib saat mengadakan acara syukuran.

Namun ada pula yang menyebutkan bahwa kue Apem ini berasal dari India. Di India kue ini disebut kue "Appam". Hampir mirip ya, Sobat.

Jika dilihat dari namanya, kue Apem diyakini berasal dari Arab. Yaitu berasal dari "aufan" atau "afuwwun" yang berarti pengampunan. Dan masyarakat di Jawa menyederhanakan penyebutannya menjadi "Apem". 

Menurut masyarakat Jawa, kue Apem memiliki filosofi sebagai simbol pengampunan atau permohonan maaf dari berbagai kesalahan. Baik kesalahan kepada Tuhan ataupun kesalahan kepada sesama.

Sementara itu di wilayah Jawa Barat, kue Apem diyakini sebagai kue tolak bala atau untuk mengusir keburukan. Oleh karena itu kue Apem selalu ada di setiap acara, dari syukuran, menyambut bulan suci ramadhan, hingga kematian.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Sobat MotoMideo. Terus ikuti Chanel Youtube MotoMideo Tulungagung, karena Bersama MotoMideo Tulungagung Melihat Tulungagung Lebih Dekat.

0 Komentar