JAGONGAN BAYI - UNGKAPAN SALING PEDULI

JAGONGAN BAYI - UNGKAPAN SALING PEDULI

 Hallo Sobat MotoMideo Tulungagung !

Banyak cara untuk menunjukkan rasa saling peduli kepada sesama. Misalnya seperti yang biasa dilakukan oleh orang Jawa ketika ada tetangga atau saudaranya baru melahirkan, mereka akan melakukan "jagongan bayi". Di Tulungagung biasa disebut dengan "jagong bayi".


Tradisi jagongan bayi ini dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada bayi yang baru lahir. Biasanya jagong bayi dilakukan pada sepasaran bayi, yaitu selama 5-6 hari setelah kelahiran bayi. Jagongan bayi dilakukan mulai dari sehabis maghrib atau isya' hingga pukul 12 malam.

Biasanya sesepuh, saudara, atau tetangga disekitar akan datang untuk menjaga bayi untuk memberikan petuah, perkataan baik, atau pun menyanyikan Tembang Jawa.

Ada beberapa manfaat positif dari tradisi jagongan bayi ini. Seperti kebersamaan dan persaudaraan masyarakat yang diwujudkan dengan berkumpul bersama dan saling bercengkrama. Selain itu tradisi ini juga sebagai wujud rasa syukur keluarga dan masyarakat atas kelahiran bayi sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Masyarakat Jawa melakukan tradisi ini bukan tanpa dasar. Menurut cerita zaman dahulu, masyarakat Jawa masih kental dengan hal mistis. Kono ada saja yang memanfaatkan kelahiran bayi sebagai bagian dari ritual mistis. Maka dari itu, tradisi jagongan bayi bertujuan untuk menjaga bayi dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Terlepas dari cerita tersebut, tradisi jagongan bayi harus tetap dilestarikan. Karena tradisi ini memilliki banyak manfaat untuk kehidupan bermasyarakat.

Semoga artikel ini bisa membantu Sobat  MotoMideo untuk lebih mengenal Tulungagung. terus ikuti Chanel Youtube MotoMideo Tulungagung, karena Bersama MotoMideo Tulungagung Melihat Tulungagung Lebih Dekat

0 Komentar