ASAL MULA JAJANAN CENIL/CETHIL

ASAL MULA JAJANAN CENIL/CETHIL

Hallo Sobat MotoMideo Tulungaung !

Cenil merupakan jajan tradisional yang mudah dijumpai di pasar tradisional. Kita bisa menemukan jajanan ini di hampir semua daerah atau kota di Pulau Jawa. Hanya saja bentuk atau namanya sedikit berbeda.

Ada yang menyebutnya cenil ada pula yang menyebutnya cethil. Cethil dalam bahsa Jawa berarti "pelit". Namun bukan berarti jika kalian makan jajanan ini kalian akan menjadi pelit ya. Ada yang menafsirkan bahwa penamaan cethil karena bentuk jajanan ini kecil-kecil. 



Teksturnya yang lengket menggambarkan karakter orang Jawa yang memiliki persaudaraan yang erat  meskipun tidak saling mengenal. Ciri khas lainnya yaitu jajanan ini disajikan dalam daun pisang yang di pincuk. Pincuk Meupakan akronim dari kata "pinten-pinten cukup", yang bermakna rasa syukur masyarakat Jawa kepada Tuhan.

Pada zaman dahulu cenil/cethil ini bukanlah jajanan seperti sekarang ini. Dahulu Cenil merupakan makanan pokok bagi masyarakat. Cenil digunakan sebagai pengganti beras, karena pada saat itu terjadi musim paceklik.

Karena rasanya yang nikmat, tekstur dan bentuk yang unik, serta harganya yang murah membuat jajanan cenil ini tetap eksis hingga sekarang. Ditambah warnanya yang sangat menggugah selera membuat orang enggan untuk melewatkannya.

Jika Sobat MotoMideo penasaran dengan jajanan tradisional ini kalian bisa tonton video di bawah ini ya. Semoga artikel ini bisa membantu Sobat MotoMideo untuk lebih mengenal Tulungagung. Ikuti terus Chanel Youtube MotoMideo Tulungagug, karena Bersama MotoMideo Tulungagung Melihat Tulungagung Lebih Dekat.



0 Komentar