WARUNG DI TULUNGAGUNG INI HANYA BAYAR RP. 2000 ATAU DENGAN DOA SAJA

WARUNG DI TULUNGAGUNG INI HANYA BAYAR RP. 2000 ATAU DENGAN DOA SAJA


MOTOMIDEO TULUNGAGUNG NEWS.

Tulungagung - Pandemi COVID-19 menginsipirasi sebuah kelompok masyarakat di Tulungagung membuat warung yang menyediakan makan siang murah. Bahkan gratis untuk semua orang. 


Tempat makan yang diberi nama Warung Mbok Berkah tersebut berada di Jalan KHR Abdul Fattah, Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, Tulungagung. 


Di warung yang digagas komunitas sedekah subuh itu siapapun boleh mampir untuk makan siang sepuasnya dan  hanya dengan membayar Rp 2.000/porsi atau cukup dengan doa.


"Buka mulai pukul 11 sampai pukul 13.00 WIB atau sampai habis. Setiap hari kami menyediakan sekitar 100 porsi makanan," kata Agus Mustaqiem saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2021).


Selama beroperasi, pihaknya menyiapkan aneka menu nusantara, yang gonta-ganti setiap hari.


"Cukup bayar Rp 2.000 atau bayar dengan doa. Tapi pada dasarnya warung ini gratis, kami beri tarif Rp 2.000 agar masyarakat tidak malu untuk datang. Makanya kotak untuk membayar kami sembunyikan di balik pintu," ujarnya.


Agus mengaku setiap hari Warung Mbok Berkah selalu ramai didatangi masyarakat dari berbagai kalangan. Menurutnya kedatangan masyarakat tidak hanya sebatas untuk menikmati makan siang, namun juga untuk berdonasi.


"Siapapun boleh datang mau miskin atau kaya boleh datang. Warung ini bisa jadi sebagai wadah untuk orang bersedekah dan yang membutuhkan sedekah," jelasnya.


Ia menceritakan beberapa orang yang datang ke warung justru membayar dengan uang yang lebih. Hal itu diketahui saat pengelola membuka kotak pembayaran, di situ ada warga yang memasukkan lipatan uang senilai Rp 500 ribu.


"Itu kami yakin satu orang, karena 10 lembar uang Rp 50 ribuan dilipat jadi satu," imbuh Agus.


Agus Mustaqiem menceritakan, ide pendirian Warung Mbok Berkah itu berawal dari grup WA sedekah subuh. Grup yang telah berdiri empat tahun lalu tersebut rutin menyisihkan donasi untuk membagikan makanan gratis setiap hari Jumat.


"Seiring berjalannya waktu, kelompok yang membuat gerakan Jumat berkah semakin banyak, di sisi lain kami juga ada keterbatasan kurir. Kemudian kami ada ide untuk membuat warung ini, yang bisa berbagi setiap hari," ujarnya.


Pendirian rumah makan itu juga sejalan dengan kondisi pandemi COVID-19 dan penerapan PPKM, sehingga banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.


"Kalau untuk masyarakat umum kami hanya melayani makan di tempat. Untuk yang dibungkus kami perbolehkan untuk melayani warga yang isolasi mandiri," kata Agus.


Untuk mengoperasional warung itu, pihaknya saling bekerjasama dengan anggota grup. Mulai dari juru masak hingga mengelola seluruh kebutuhan. Dan untuk memenuhi kebutuhan anggaran penyediaan makanan, kelompok yang dipimpin Agus itu memanfaatkan donasi dari anggota maupun berbagai lapisan masyarakat.


"Ini sungguh luar biasa, sampai saat ini donasi terus mengalir ke kami. Saat ini ada sekitar Rp 20 juta," imbuhnya.


Tak hanya uang, sejumlah masyarakat juga memberikan donasi berupa sayur mayur hingga bahan makanan yang lain. "Ada yang memberi bantuan sayur nangka muda, kemudian beberapa waktu lalu saat kurban, juga ada yang kasih daging," jelasnya.


Pihaknya berharap sedekah makanan di Warung Mbok Berkah bisa terus berjalan dan saling memberi manfaat bagi masyarakat di Tulungagung.

SUMBER : https://news.detik.com/

By jafs

0 Komentar