MENGGUNAKAN POCONG POCONGAN, SATLANTAS POLRES TULUNGAGUNG MENGGUNAKAN CARA INI DISAAT PPKM DARURAT

MENGGUNAKAN POCONG POCONGAN, SATLANTAS POLRES TULUNGAGUNG MENGGUNAKAN CARA INI DISAAT PPKM DARURAT

TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung akan memberlakukan satu arah (one way) di sejumlah ruas jalan protokol di wilayah Tulungagung. 

Kebijakan ini untuk bertujuan untuk membatasi mobilitas warga selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Sosialisasi yang dilaksanakan di simpang empat TT dimanfaatkan untuk kampanye protokol kesehatan Covid-19, Rabu (7/7/2021).

Dua pocong, keranda jenazah dan manekin pasien juga dilibatkan dalam kampanye ini.

Pocong itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga diri sendiri dan keluarga dari Covid-19.

“Kami ingatkan agar semua peduli dengan protokol kesehatan. Karena angkanya semakin meningkat,” terang Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Bayu Agustyan.

Satu arah diberlakukan di Jalan A Yani Timur, hanya bisa dilalui kendaraan dari arah timur ke barat.

Sementara kendaraan dari simpang empat TT tidak bisa belok ke utara, ke arah alun-alun.

Semua kendaraan akan diarahkan ke selatan, ke arah Jalan Diponegoro.

“Harapannya masyarakat jadi malas karena jalannya jadi jauh, sehingga mereka tinggal di rumah,” sambung Bayu.

Hari ini pemberlakukan satu arah masih bersifat uji coba.

Namun mulai Kamis (8/7/2021) besok, akan diberlakukan 24 jam selama PPKM Darurat. Dan juga di Jalan Diponegoro juga akan ditutup dari pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB.

“Selama ini kami tutup semua akses ke alun-alun, sehingga tidak ada aktivitas di alun-alun. Sekarang kami tambah Jalan Diponegoro,” tutur Bayu.

Jalan Diponegoro merupakan akses utara dari selatan menuju ke pusat kota, seperti alun-alun, pendopo kabupaten dan Kantor DPRD Tulungagung.

Penutupan wilayah seputar alun-alun juga diklaim berhasil menurunkan mobilitas warga.

Sebab area alun-alun dan sekitarnya yang selalu ramai dengan aktivitas warga, kini sepi. Ditambah lampu di sekitarnya juga dimatikan pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Kalau kami lihat, tingkat kepatuhan masyarakat udah bagus. Semua pengendara memakai masker,” ujar Bayu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, pemadaman penerangan jalan umum (PJU) menurunkan mobilitas warga 30-50 persen.

Hal ini berdasar pantauan yang langsung dilakukan Galih, di tujuh ruas jalan yang dilakukan pemadaman.

Karena itu, jumlah ruas jalan yang akan dipadamkan akan ditambah.

“Yang sudah disurvei di Jalan Abdul Fatah dan di Jalan Kapten Kasihin perlu diperluas,” tutur Galih.

Sebelumnya, ruas jalan yang dilakukan pemadaman PJU meliputi Jalan Diponegoro, Ahmad Yani, Kapten Kasihin, Antasari, dr Wahidin Sudiro Husodo dan sekitar Alun-alun yaitu di jalan Kartini.


By Julio afs

0 Komentar