KASUS NARKOBA DI TULUNGAGUNG IKUT NAIK SAAT MENINGKATNYA KASUS COVID-19

KASUS NARKOBA DI TULUNGAGUNG IKUT NAIK SAAT MENINGKATNYA KASUS COVID-19

MOTOMIDEO TULUNGAGUNG NEWS. 

 TULUNGAGUNG - Kasus penyalahgunaan narkoba ternyata juga ikut meningkat seiring bertambahnya kasus Covid-19. Dari pengungkapan yang dilakukan Satreskoba Polres Tulungagung, kasus narkobameningkat selama masa pandemi.


Pada 2019 ada 102 kasus narkoba yang berhasil diungkap, lalu meningkat menjadi 113 kasus di tahun 2020. Dan di awal Juli 2021 ini, Satreskoba Polres Tulungagung telah mengungkap 90 kasus narkoba.


“Kalau sekarang sudah 90 kasus, kami perkirakan jumlahnya akan lebih banyak dibanding 2020,” terang KBO Satreskoba Polres Tulungagung, Iptu Maryudi, Jumat (9/7/2021).


Menurut Maryudi, para pengedar narkoba tetap memanfaatkan situasi sulit saat ini untuk memasarkan narkotika dan obat keras berbahaya, bahkan sudah terpola untuk menciptakan para pecandu-pecandu baru.


Contohnya seperti memberikan gratis beberapa kali di awal agar membuat calon korban kecanduan. "Kalau sudah kecanduan, korban akan jadi pecandu baru. Kalau tidak punya uang untuk beli, ia akan direkrut untuk menjadi kurir,” sambung Maryudi.


Pecandu baru tersebut kemudian dijanjikan mendapat upah besar untuk “meranjau” narkoba. Selain upah uang, ia juga bisa mengkonsumsi narkoba secara gratis dengan cara mencuri sedikit barang yang dikirim.


“Saat pandemi seperti ini, pengedar menyediakan paket hemat untuk para pecandu. Barangnya diecer kecil-kecil sehingga lebih murah,” ungkap Maryudi.


Sampai saat ini Kecamatan Ngunut menjadi wilayah paling rawan peredaran narkoba, terutama sabu-sabu. Salah satunya karena lokasinya sangat strategis, karena bisa dijangkau dari darat maupun Sungai Brantas.


Letaknya yang berada di persimpangan dengan kabupaten lain membuatnya menjadi persinggahan bagi para pengedar. “Di sana juga banyak rumah kos yang memudahkan transaksi. Para pelakunya dari luar dan warga asli Ngunut,” tutur Maryudi.


Lebih jauh Maryudi mengingatkan, kasus narkoba adalah fenomena gunung es. Kasus yang terungkap merupakan kasus yang kelihatan dan ada di puncak.


Sementara kasus yang belum terungkap jauh lebih besar dibanding yang sudah terungkap. “Karena itu butuh sinergi dari semua pihak di Tulungagung untuk memerangi narkoba. Hingga ke pelosok desa, saya harap warga tahu apa itu narkoba,” pungkas Maryudi. 


SUMBER : https://surabaya.tribunnews.com/

By Jafs

0 Komentar