BOCAH YANG TENGGELAM DI EMBUNG SIDEM KABUPATEN TULUNGAGUNG DITEMUKAN OLEH PENYELAM BASARNAS

BOCAH YANG TENGGELAM DI EMBUNG SIDEM KABUPATEN TULUNGAGUNG DITEMUKAN OLEH PENYELAM BASARNAS

 


MOTOMIDEO TULUNGAGUNG NEWS. 

  TULUNGAGUNG - Dua penyelam Basarnas Pos Sar Trenggalek berhasil menemukan bocah yang tenggelam di Embung Jimbar Desa Sidem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Minggu (18/7/2021) malam.


Persiapan untuk pencarian korban atas nama MAE (13) ini membutuhkan waktu yang lama karena dua penyelam Basarnas baru selesai melakukan pencarian korban di madiun. 


“Baru saja tim kami bubarkan, kami diberi tahu kecelakaan ini. Kami berkemas lagi dan langsung meluncur ke sini,” ujar Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Yoni Fahriza.


Setelah melakukan penjajakan sebentar, dua penyelam ini segera menuju ke titik yang ditunjukkan warga, yaitu titik tempat terakhir MAE terlihat bermain di air.


Tidak sampai lima menit, dua penyelam ini minta kantong jenazah karena tubuh MAE berhasil ditemukan dan langsung dibungkus kantong saat masih di dalam air.


Tim SAR lalu mengevakuasinya ke darat, sebelum menaikkan ke dalam mobil dan membawanya ke Puskesmas Gondang.


“Kami bawa ke Puskesmas dulu untuk divisum dan proses identifikasi kepolisian,” sambung Yoni.


Masih menurut Yoni, tubuh korban ditemukan di kedalaman sekitar 1,8 meter.


Sebelumnya warga sudah berusaha mencari korban di titik dengan kedalaman lebih dari 10 meter, namun titiknya tidak tepat sehingga korban tidak ketemu.


“Korban memang dikhawatirkan masuk ke titik terdalam itu. Tapi ternyata ada di bagian yang cukup dangkal, kurang dari dua meter,” ujar Yoni.


Kapolsek Gondang, AKP Suwancono mengaku telah meminta keterangan para saksi.


Menurutnya, korban bermain bersama tiga temannya dan mandi di dalam embung.


Saat itu korban menyelam ke dalam embung, sementara teman-temannya menunggui.


“Menurut teman-temannya, korban ini biasa menyelam. Makanya begitu dia menyelam teman-temannya menganggapnya biasa saja,” terang Suwancono.


Diduga saat itu korban terpeleset di tanggul embung yang miring seperti perosotan.


Dia masuk ke dalam air dan dikira menyelam seperti biasanya. Setelah lama tidak muncul ke permukaan, teman-temannya panik dan melapor ke warga.


“Setelah korban tidak muncul ke permukaan, teman-temannya baru sadar korban benar-benar tenggelam,” sambung Suwancono.


Hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

SUMBER : https://surabaya.tribunnews.com/

By jafs

0 Komentar