Membuat Video dengan alat seadanya?! Why Not?!

Membuat Video dengan alat seadanya?! Why Not?!

Membuat Video dengan Alat Seadanya?! Kenapa Tidak?!

Perkembangan Teknologi Masa kini seakan membuat mata kita tertutup tentang kesederhanaan atau awal dari terciptanya sebuah karya video, Perkembangan Teknologi Masa kini terkadang juga membuat kita meningkatkan gengsi dari beberapa pergaulan didalam keseharian maupun didalam komunitas, Akibatnya mereka para videografer yang memang menggebu untuk menggunakan Perkembangan Teknologi ini secara cepat, mereka akan membuat suatu perkumpulan dimana para videografer yang belum bisa mengejar akan perkembangan teknologi akan ditinggal oleh mereka-mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk mengejar perkembangan teknologi itu.

disisi lain, masih banyak juga yang menggunakan alat yang terbilang jauh dari kata kekinian namun juga masih relevan untuk digunakan, dengan kualitas dan kemampuan yang sangat jauh pula alat atau gear yang dimiliki dari kata-kata canggih, peralatan "gear" yang jadul (jaman dulu) ini masih sangat bisa untuk dinikmati pemirsa "nietizen" di era digital ini.

Videografer autodidak atau mereka yang belajar sendiri dengan berbagai narasumber yang tersedia didunia maya (Online) mereka akan cenderung mengikuti perkembangan yang ada di dunia online juga, seperti memiliki kamera yang canggih dengan kualitas yang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi kemampuan dan kualitas gambarnya.

Sesuai dengan Kata Pengantar diatas, kali ini kita akan memberikan Sedikit Artikel tentang Relevansi Video yang dibuat oleh Peralatan Seadanya, atau yang sering kita miliki namun peralatan atau "gear" yang kita miliki tersebut sudah ketinggalan jaman alias Kurang Update (KUDET), dan di artikel kali ini kita tidak akan membahas teknik atau bahkan trik didalam videografi, karena tips dan trik teknis videografi akan kita bahas dikesempatan yang lain, fokus kita kali ini adalah relevansi Peralatan yang kurang update tersebut untuk ditampilkan disuatu device atau hardware penampil apapun yang akan kita gunakan untuk menampilkan hasil video tersebut etc : Smartphone, Layar Monitor, LCD Projector, LED TV, dll.

Kita awali pengetahuan kita tentang Hardware Penampil Video sepertihalnya yang kita sebutkan diatas, Penampil Video kita saat ini sangat beragam, benda penampil videopun juga sangat beragam bahkan perangkat penampil Video yang berada dikehidupan masyarakat masih cenderung menggunakan perangkat yang sederhana alias "JADUL".

Perangkat Penampil ini mempunyai besaran tampilan atau yang sering disebut Resolusi, nah Resolusi ini adalah Besaran Frame yang digunakan suatu Perangkat Penampil yang biasanya diterjemahkan atau disampaikan dalam satuan pixel, sebelum kita ulas berapa pixel kah Perangkat Penampil yang kita miliki, kita ulas dahulu sesuatu yang bernama aspec ratio, "Aspek Rasio", Apa sih hubungan Ukuran gambar dengan aspek rasio?!
Kita Kutip Pengertian dari Aspek Rasio, Pengertian rasio aspek (aspect ratio) suatu gambar adalah angka yang menunjukkan perbandingan panjang dan lebar suatu bidang gambar yang dinyatakan sebagai panjang/lebar. Aspek rasio paling umum digunakan dalam dunia digital untuk menyatakan proporsi format tampilan image digital dan proporsi layar (screen) digital, sesuai dengan pengertianya aspek rasio ini sangat berhubungan dengan ukuran gambar yang akan kita bahas.

Kita tidak akan membahas secara lengkap dan detail tentang aspek rasio ini, kita akan membahas beberapa saja dari perkembangan aspek rasio sendiri, ada istilah Academy Ratio aspek rasio ini merupakan ukuran yang sering digunakan untuk video televisi di Indonesia, dan Format ini masih sering ditemukan pada kamera video yang sudah tergolong kamera jadul, yaitu aspek rasio 4 : 3 aspek rasio ini masih sangat relevan untuk digunakan bahkan dikamera terbarupun masih disisipkan untuk setting untuk masuk kedalam aspek rasio ini. 

Nah Aspek Rasio yang perlu kita ketahui berikutnya adalah Widescreen TV, Widescreen TV ini merupakan standart video layar lebar yang digunakan dalam High Definition Television (HDTV) yang mempunyai perbandingan 16 : 9, bisa dikatakan Aspek Rasio ini adalah Aspek Rasio Jaman Now, Aspek Rasio ini sangat populer sekali pada tahun - tahun 2013 - hingga 2018 karena aspek rasio ini dinilai bisa memanjakan mata untuk menikmati sebuah karya video didalam Smartphone maupun Televisi Layar Datar yang saat ini sudah menjamur dipasarkan, namun aspek rasio yang satu ini sudah sangat cepat digeser dengan aspek rasio yang terbaru juga, yaitu 18 : 9 yang menyediakan view yang memanjakan mata dengan tampilan yang sangat luas.

Mungkin Ketiga Aspek Rasio diatas adalah aspek rasio yang fokus kita bahas kali ini, masih banyak sekali jenis dan ukuran aspek rasio pada teori videografi, Setelah kita tahu apa itu aspek rasio yang akan tampil pada Perangkat Penampil yang kita miliki, dibawah ini akan kita bahas tentang satuan ukuran didalam pixel, berapakah ukuran frame video yang digunakan pada aspek rasio 4 : 3 maupun 16 : 9 ini, kita akan kupas ukuran dari pixel yang terkecil yang sering kita putar menggunakan smartphone hingga kelayar televisi yang sekarang ini.
Skema Aspek Rasio Pada Umumnya

Didalam Academy Ratio / Aspek Rasio 4 : 3
Memiliki Ukuran Terkecil dan Masih Relevan untuk kita Lihat adalah :
320p x 240p 
640p x 480p
800p x 600p
1280p x 960p
1400p x 1050p
1600p x 1200p
(p = pixel)

dan didalam Widescreen TV "16 : 9
Memiliki Ukuran Terkecil dan Masih Relevan untuk kita lihat adalah :
320p x 180p
640p x 360p
854p x 480p
1280p x 720p
1366p x 768p
1920p x 1080p

Kesimpulanya : Apakah Peralatan Perekam Video yang kalian miliki sudah sangat tidak relevan untuk sebuah tayangan video?  Mulai Kamera Saku atau yang biasa kalian sebut dengan kamera Poket, hingga kamera Smartphone atau Ponsel yang kalian miliki saat ini dibawah Resolusi atau Tidak Memiliki Aspek Rasio yang tidak relevan untuk kita lihat didalam suatu tayangan video?
Jawabanya adalah Alat yang tergolong sangat kurang update pada dasarnya masih sangat relevan untuk suatu tayangan Video atau Film yang akan kalian buat untuk ditampilkan dismartphone, Layar Televisi hingga kalian unggah kedalam Media Sosial bahkan Youtube sekalipun.

Nah, Jika Alat yang seadanya itu masih sungguh sangat relevan untuk kita gunakan sebagai pelengkap karya video kita, mengapa kita harus mengejar keterbaruan alat yang pastinya dengan harga yang sangat mahal dan memaksakan untuk realisasi sebuah alat untuk karya yang sudah memuncak di ubun-ubun kita?! Jika Ide dan Kreatifitas kita sudah muncul, segeralah tuangkan dalam bentuk wujud karya meski masih menggunakan alat seadanya.

Sekian untuk artikel ini, Sebarkan Kesemua kawanmu yang masih belum mewujudkan karyanya karena keterbatasan alat, untuk artikel berikutnya akan kita bahas mengenai "Darimana Kita Mendapatkan Sumber Ide dan Kreatifitas Untuk Berkarya?!", 

Quote : "Karya yang bagus adalah karya yang segera diwujudkan didalam dunia nyata, bukan hanya di angan-angan kita, dan Karya yang bagus akan tercipta oleh niat dan usaha kita dalam memperjuangkan suatu ide dan kreatifitas yang berlatar belakang kesungguhan kita didalam berkarya, bukan hanya mengandalkan gengsi saja"   

- Yoga Setyawan Rarasto -  

0 Komentar